Eagle Awards Documentary Competition

Nantikan Eagle Awards Documentary Competition 2010.

Tema:

CERDAS INDONESIAKU

Tunggu info selengkapnya.

Popularity: 8% [?]

PEMENANG EAGLE AWARDS 2009

Tanggal 24 oktober 2009 adalah malam puncak eagle awards 2009 “Indonesia Kreatif”. Malam puncak ini diselenggarakan di MetroTV dengan acara off air dan on air (siarang lansung).

Sebelum siaran langsung para tamu undangan menikmati hidangan makan malam dan tarian Indonesia Medley Dancing oleh Liga Tari Universitas Indonesia (UI). Indonesia Medley Dancing ini terdiri dari 3 tarian yaitu Tari Piring dari Sumatera Barat, Burung Hong dari Betawi dan Tari Makosu dari NTT. Penampilan Liga Tari UI ini menimbulkan decak kagum para tamu undangan, bahkan bapak Wisnu Hadi selaku Direktur Utama MetroTV didaulat untuk menari bersama.

Tepat jam 20.05 siarang langsung malam anugerah eagle awards dimulai. Para tamu bintang tamu yang memeriahkan malam anugerah ini antara lain Djaduk, Judika, Beat Box, Justice Voice dan Liga Tari Universitas Indonesia.

Film dengan judul “Merajut Impian Dibalik Catwlak Jalanan” karya Taufan Agustiyan P dan Mohammad Abdul Malik dari Malang berhasil meraih dua penghargaan sekaligus yaitu Film Rekomendasi Juri dan Film Favorit Pemirsa. Sedangkan untuk kategori Film Terbaik diraih oleh Bambang Rakhmanto dan Ryo Hadindra P dari semarang dengan karya “Gorila Dari Gang Buntu”.

Pemenang Film Rekomendasi Juri dan Film Favorit Pemirsa mendapatkan hadiah berupa 2 buah portable editing, sedangkan Film Terbaik mendapatkan hadiah berupa 1 set camera Canon XH A1 yangdilengkapi dengan Tripod dan Wireless Clip On.

Popularity: 8% [?]

PENJURIAN FINAL EAGLE AWARDS

Eagle Awards memperlombakan 3 kategori yaitu film terbaik, film rekomendasi juri dan film favorit pemirsa. Film terbaik dan film rekomendasi juri dinilai oleh praktisi film professional yang bersifat independen.

Penjurian Final Eagle Awards telah dilakukan pada hari ini tanggal 20 oktober 2009 jam 11.00-14.00 di MetroTV. Pada awalnya anggota dewan juri yang akan memilih Film Terbaik dan Film Rekomendasi Juri adalah Nia Dinata, Jajang C Noer dan Yudhi Soerjoatmodjo. Namun karena Yudhi Soerjoatmodjo sakit maka digantikan oleh Garin Nugroho.

Kriteria dalam penjurian final kali ini jauh lebih lengkap dibandingkan pada tahun lalu. Pada tahun ini kriteria penjurian tidak hanya pada alur cerita, namun juga bagaimana penyajian sudut pandang, bagaimana kedekatan karakter dapat digambarkan dengan baik dan kelancaran dalam merjemahkan tema besar eagle awards 2009 “Indonesia Kreatif”.

Tidak mudah bagi dewan juri untuk memutuskan film mana yang menjadi Film Terbaik dan Film Rekomendasi Juri karena setiap film mempunyai kelemahan dan kekuatan masing-masing. Perdebatan alot untuk mencapai kata sepakat dalam menentukan pemenang mewarnai proses penjurian final ini. Tepat pukul 13.30 dewan juri telah memutuskan mana yang menjadi Film Terbaik dan Film Rekomendasi Juri.

Untuk mengetahui hasil penjurian ini saksikan malam anugerah eagle awards pada tanggal 24 Oktober 2009 Jam 20.00 hanya di MetroTV

Popularity: 1% [?]

JADWAL TAYANG FILM EAGLE AWARDS 2009

Proses panjang yang dilalui para finalis eagle awards 2009 telah menghasilkan film dokumenter yang diharapkan mampu memberikan inspirasi kepada khalayak umum. Saksikan film Eagle Awards 2009 “Indonesia Kreatif” hanya di MetroTV

“DUNIA KECIL DALAM KOTAK”
Ginanjar Teguh Iman dan Herlina Ratnafuri

Fresh : 12 Oktober 2009 : 20.05 – 20.30
Looping : 13 Oktober 2009 : 13.30 – 14.00
Re-Run : 19 Oktober 2009 : 13.30 – 14.00

Sinopsis:
Pemerintah Daerah menghibahkan sebuah tower untuk relai siaran stasiun TV swasta mengingat kondisi geografis Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang yang dikelilingi banyak gunung dan dataran tinggi sehingga termasuk dalam ‘Blank Spot Area’. Alih-alih karena alasan tersebut, masyarakat Grabag sendiri malah memanfaatkan tower itu dengan mendirikan sebuah televisi komunitas. Dengan segala keterbatasan yang ada, di sinilah mereka kemudian berkreasi untuk memenuhi kebutuhan informasi bukan dari luar Grabag, tapi justru dari dunia mereka sendiri.

Profil Finalis
Ginanjar Teguh Iman
Lahir di Magelang, 7 Mei 1984. Film sudah seperti oksigen kedua baginya. Suplemen dalam menjalani hidup. Memang belum banyak karya film yang ia hasilkan. Di sela-sela pekerjaannya sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan jasa outsourcing dan di tengah kesibukannya melanjutkan studi di FKIP Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Tidar Magelang, sejauh ini baru dua film pendek ‘Pada Sebuah Malam (2003)’ dan ‘Rabuku Yang Kelabu (2009)’ yang mampu ia buat itupun hanya untuk kepentingan mengikuti kompetisi film semata. ‘Dunia Kecil Dalam Kotak’ menjadi film dokumenter pertama yang membuat ia mendapatkan kesempatan berkarya dengan orang-orang yang expert di bidangnya.

Herlina Ratnafuri:
Lahir di Magelang, 29 Maret 1986. Saat ini bekerja di Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Magelang sambil menempuh pendidikan di FKIP Universitas Tidar Magelang Program Studi Bahasa Inggris. Membuat film baginya adalah sesuatu yang baru. Ia menemukan hal-hal yang luar biasa yaitu berproses dalam menghasilkan sebuah film yang baik agar bisa diterima dan dinikmati. ’Dunia Kecil Dalam Kotak’ adalah film pertamanya. Dari situ ada pelajaran yang ia ambil bahwa sebenarnya kita bisa menghasilkan sesuatu asal ada kemauan dan kerja keras.

Berikan dukungan anda untuk menjadikan film menjadi film terbaik dengan mengirimkan sms ke 6876 (Indosat, XL dan Telkomsel) dengan mengetik EA (spasi) Dunia. Polling sms dibuka pada tanggal 12 Oktober 2009 pukul 00 dan ditutup pada tanggal 24 oktober 2009 pukul 17.00

READ THE FULL ARTICLE >>

Popularity: 20% [?]

PREMIERE EAGLE AWARDS 2009 DIHADIRI OLEH MENTRI BUDAYA DAN PARIWISATA

Setelah melalui proses yang cukup panjang mulai dari Eagle Lab hingga Editing yang memakan waktu kurang lebih 2 bulan maka Film Eagle Awards diputar secara perdana pada tanggal 3 September 2009 lalu di Pusat Kebudayaan Belanda Erasmus Huis

Premiere Eagle Awards 2009 kali sedikit berbeda dengan premiere eagle awards sebelumnya karena dihadiri oleh Mentri Budaya dan Pariwisata yaitu Bapak Jero Wacik.

Film eagle awards 2009 mendapat apresiasi positif dari bapak Jero wacik. Dalam pidato apresiasinya Jero Wacik menyampaikan bahwa film eagle awards 2009 ini telah menyampaikan pesan positif untuk sebuah perubahan yang lebih baik. Apa yang disajikan oleh film eagle awards adalah hal-hal yang sangat bersifat humanis dan konstuktif. Beliau berharap eagle awards tetap dilanjutkan dan memberikan sumbangan positif untuk masyarakat dan kemajuan industri film Indonesia.

Premiere ini dihadiri oleh 400 orang penonton yang terdiri dari kalangan professional film, akademisi, komunitas film dan mahasiswa. Salah satu aktris senior dan psikolog sosial yang juga pernah menjadi dewan juri eagle awards yaitu Niniek L. Karim juga hadir dalam acara ini menyatakan bahwa film eagle awards tahun ini lebih variatif, film eagle awards tahun ini sangat kental dengan energi positif.

Premiere film eagle awards 2009 ditutup dengan buka puasa bersama. 5 film eagle awards ini akan diputar secara ekslusif di MetroTV pada bulan oktober

Popularity: 2% [?]

PITCHING FORUM EAGLE AWARDS 2009

Pitching forum adalah proses seleksi akhir proposal eagle awards yang menentukan 5 finalis eagle awards yang akan mendapatkan beasiswa terbatas untuk mewujudkan film dokumenter.

Pitching Forum telah dilaksanakan pada tanggal 3 juli 2009 di MetroTV. Pitching forum ini dimulai dari 15.00 hingga 21.30. Dalam pitching forum ini para semifinalis harus mempresentasikan ide cerita meraka dan melakukan tanya jawab dengan dewan juri yang terdiri dari Retno Shanti Ruwyastuti (wapemred MetroTV), Swasti Astra (Senior Manager NewsMag MetroTV), Abduh Aziz (Produser Dokumenter), Chandra Tanzil (Sutradara Dokumenter) dan Imran Amir (Direktur Prambors).

Dalam Pitching Forum ini para semifinalis diberikan waktu 20 menit untuk melakukan presentasi dan tanya dengan dewan juri. Setelah melalui proses Pitching Forum yang cukup panjang itu maka berikut tim yang lolos menjadi Finalis Eagle Awards 2009 “Indonesia Kreatif”
1. Taufan Agustiyan Prakoso dan Mohammad Abdul Malik dari Malang dengan judul proposal “Merajut Impian Dibalik Catwalk Jalanan”.
2. Devi Al Irsyadiah dan Eko Rejoso Prabowo dari Yogyakarta dengan judul proposal “Bukan Negeri Sampah, Bukan Bangsa Pengemis”.
3. Agrha Adi P dan Lilis Sucahyo dari Bogor dengan judul proposal “Sang Pengumpul Asap”
4. Herlina Ratnafuri dan Ginanjar Teguh Iman dari magelang dengan judul proposal “Dunia Kecil Dalam Kotak”
5. Bambang Rahkmantio dan Ryo Hadindra dari Semarang dengan judul proposal “Gorila Dari Gang Buntu”

Untuk selanjutnya para finalis ini akan mengikuti Eagle Lab yaitu sebuah workshop yang akan membekali mereka dalam mewujudkan film dokumenter mulai tanggal 4-12 juli 2009.


Popularity: 100% [?]

SELEKSI AKHIR PROPOSAL EAGLE AWARDS

10 proposal terbaik atau yang disebut semifinalis eagle awards sudah terpilih. semifinalis ini akan mendapatkan beasiswa dalam bentuk fasilitas pembuatan film dokumenter jika lolos menjadi finalis eagle awards.

Untuk bisa menjadi finalis eagle awards maka semifinalis harus mampu meyakinkan panel juri yang terdiri dari praktisi dokumenter, praktisi media dan praktisi dibidang industri kreatif dalam seleksi akhir proposal eagle awards yaitu Pitching Forum.

Namun sebelum maju ke Picthing Forum, para semifinalis ini harus mengikuti tes psikologi terlebih dahulu yang dimulai pada tanggal 1 juli 2009 ini.

Pitching Forum akan dilaksanakan pada tanggal 3 juli 2009 dan tertutup untuk umum. Pitching forum akan disiarkan di MetroTV pada tanggal 12 dan 13 juli 2009.


Popularity: 2% [?]

IDE CERITA SEMIFINALIS EAGLE AWARDS

Inilah resume ide cerita para semifinalis eagle awards:

BUKAN NEGERI SAMPAH, BUKAN BANGSA PENGEMIS
Devi Al Irsyadiah dan Eko Rejoso Prabowo , Yogyakarta

Ide Cerita:
Bercerita tentang kreatifitas warga dusun Badegan dalam mengelola dan mengolah sampah dengan sistem Bank Sampah yang merupakan representasi modal sosial dan kearifan lokal yang dimiliki warga dalam bentuk sebuah lembaga lokal yang ingin memberikan efek positif terhadap kebersihan lingkungan untuk masyarakat luas.

DUNIA KECIL DALAM KOTAK
GINANJAR TEGUH IMAN dan HERLINA RATNAFURI, Magelang

Ide Cerita :
Bercerita tentang dunia kecil bernama Kecamatan Grabag dan segala kehidupannya yang tergambar dalam sebuah kotak televisi komunitas bernama Grabag TV.

Gorila dari Gang Buntu
Bambang Rakhmanto dan Ryo Hadindra Permana, Semarang

Ide Cerita:
bercerita tentang sebuah tempat fitness yang bernama Gorila. Tempat fitness ini berbeda dengan tempat Fitness lainnya yang memiliki alat-alat modern, di tempat tertutup, ber-AC, dan mahal. Di Gorila berbanding terbalik1800 dari kebanyakan tempat fitness yang lain. Tempat Fitness ini berada di luar ruangan yaitu tepatnya pada sebuah gang, yang ramai dilalui orang, dan kendaraan motor lainnya. Mengenai peralatan jauh dari kata modern. Sarana Fitness di “Gorila” berbeda dengan di Gym pada umumnya. Alat-alat fitness di “Gorila” terbuat dari barang-barang bekas ,besi yang sudah tidak terpakai lagi, dan bahan material untuk bangunan, yang dirubah menjadi suatu alat Fitness. Tetapi walaupun alatnya “aneh” hasilnya yang latihan di “Gorila” tidak kalah dengan atlet binaraga nasional Ade Rai. Mengenai biaya tidak jadi masalah, bagi siapa saja yang ingin berolahraga dan ingin sehat dipersilahkan dengan membayar seikhlasnya. Masalah atau kendala yang dialami“Gorila” adalah faktor cuaca, karena tempatnya out door, jika hujan tempat fitness ini tidak dapat digunakan.

Kupu-kupu yang Mengantongi Dollar
FARID SYAFRODHI dan INDAR WAHYU HIDAYAT, Semarang

Ide Cerita :
Tentang beberapa pemuda yang mengejar mimpi mereka untuk menjadi seorang komikus. Hingga pada akhirnya mimpinya itupun bisa mengantarkan mereka untuk melawan keadaan. Mereka berlima melawan keadaan dengan membuat wadah komunitas Papillon (Perancis: Kupu-kupu) yang khusus berkarya dengan menghasilkan beberapa karakter komik. Karakter komik itu lalu mereka tawarkan ke beberapa agen penerbit komik di luar negeri via internet. Kalau penerbit suka, Papillon langsung dikontrak untuk membuat komik.
Yang membedakan Papillon dengan komunitas komik lain di Indonesia adalah karya mereka (komik) diproduksi oleh penerbit luar, lalu didistribusikan dan dijual di luar negeri, antara lain di Amerika Serikat, Afrika Selatan, Australia, Hongkong, dan 15 negara Eropa. Bahkan sampai sekarang ada beberapa penerbit internasional yang meminta dibuatkan karakter komik oleh Papillon.
Papillon dengan senang hati juga memberikan bimbingan bagi siapa saja yang ingin mendalami seni gambar, terutama komik. Mereka juga memberikan workshop gratis pada komunitas komik di beberapa SMP dan SMA di Kota Semarang.

Merajut Impian Di Balik Catwalk Jalanan
Taufan Agustiyan Prakoso dan Mohammad Abdul Malik, Malang

Ide Cerita :
Kreatifitas anak-anak muda Jember yang tergabung di Jember Fashion Carnaval READ THE FULL ARTICLE >>

Popularity: 4% [?]

SEMIFINALIS EAGLE AWARDS 2009

Pada tanggal 19-21 Juni 2009 telah dilakukan penjurian eagle awards tahap 3 yaitu untuk memilih 22 proposal terbaik menjadi 10 proposal terbaik yang disebut juga semifinalis eagle awards. Kelemahan yang paling umum dari para calon semifinalis pada saat pe

Setelah melakukan penjurian selama 3 hari berturut-turut, maka inilah 10 proposal atau tim yang berhak mengikuti Pitching Forum di Jakarta:

1.“Wine Salak Bali Untuk Indonesiaku” oleh Made Dwi Priyatna Indrawan, S.Sn dan Franky – Denpasar, Bali.
2.“Sang Pengumpul Asap” oleh Agrha Adi Prayogo dan Lilis Sucahyo – Bogor, Jawa Barat.
3.“Bukan Negeri Sampah, Bukan Bangsa Pengemis” oleh Devi Al Irsyadiah dan Eko Rejoso Prabowo – Yogyakarta.
4.“Dunia Kecil Dalam Kotak” oleh Ginanjar Teguh Iman dan Herlina Ratnafuri, Magelang, Jawa Tengah.
5.“Padang In Carnaval” oleh Lidia KristiI Afrilita dan Nando Akmal – Padang, Sumatera Barat.
6.“Tarian Ombak di Tangan Sang Kreator” oleh Lindawati, ST dan Laillina Mardhiyati – Semarang, Jawa Tengah.
7.“Pawang Tulang” oleh Tri Subekso dan Dwi Apriyanti – Semarang, Jawa Tengah.
8.“Merajut Impian Dibalik Catwalk Jalanan” oleh Taufan Agustiyan Prakoso dan Mohammad Abdul Malik – Malang, Jawa Timur.
9.”Kupu-kupu yang mengantongi Dollar” oleh Farid Syafrodhi dan Indar Wahyu Hidayat – Semarang, Jawa Tengah.
10.“Gorila Dari Gang Buntu” oleh Bambang Rakhmanto dan Ryo Hadindra Permana – Semarang, Jawa tengah.

Semifinalis ini akan mempresentasikan proposal mereka didepan panelis dewan juri yang terdiri dari perwakilan MetroTV, Praktisi Media, Professional Dokumenter dan Perwakilan dari Departemen Perdagangan dalam seleksi akhir proposal eagle awards yang disebut Pitching Forum Eagle Awards 2009 “Indonesia Kreatif”


Popularity: 6% [?]

PENGUMUMAN 22 PROPOSAL TERBAIK

Pengumuman 22 proposal terbaik ini seharusya pada tanggal 11 juni 2009 lalu, namun ketatnya persaingan nilai membuat panitia dan dewan juri harus menelaah kembali beberapa proposal yang mempunyai nilai sama. Panitia Eagle Awards menyampaikan permohonan ma

1.Agrha Adi Prayogo dan Lilis Sucahyo – Bogor, Jawa Barat
“Sang Pengumpul Asap”

2.Arif Kurniar Rakhman dan Sri Ningsih – Yogyakarta
“Seniman Roti”

3.Denny Surahman dan Aziz Hidayat – Depok, Jawa Barat
“Sekolahku di Terminal” READ THE FULL ARTICLE >>

Popularity: -1% [?]